-->

Khalifah, Nusantara Dan Identitas


Penerapan Islam secara menyeluruh, menjadikan Baghdad sebagai pusat perhatian dunia.
Saat itu, jika dunia adalah negara, maka Baghdad adalah ibu kotanya!
 

Karena saat pusat-pusat Islam Baghdad (dan Spanyol) sedang berada di puncak kecemerlangannya, pusat-pusat intelektual di Barat hanyalah berupa benteng-benteng perkasa, yang dihuni oleh para bangsawan semi barbarik yang merasa bangga atas ketidakmampuannya membaca,” tulis Le Bon dalam The World of Islamic Civilization.

Namun, Apa yang dilakukan Bangsa Tatar (Mongol- sebelum berislam-) di Baghdad (Khilafah Abbasiyah) sekitar 656 hijriah memang tidak bisa hilang dalam benak umat Islam. Kendati demikian, salah satu hikmahnya adalah Indonesia mengenal Islam.

Bahwa serangan Mongol membuat umat Islam di Baghdad menyebar ke seluruh penjuru, salah satunya di Aceh, Indonesia!

Muslim yang pergi ke Aceh adalah cucu dari Khalifah Al Mansyur, Abdullah  Bin Muhammad, Buku-buku Sejarah kita hingga kini masih memuat bahwa Muslim Gujarat yang berdaganglah yang datang membawa Islam pertama kali. Namun menurut Buya Hamka, jauh sebelum ini terjadi, kerajaan Samudra Pasai di Aceh sudah "dikunjungi" langsung dari Baghdad. Bahkan sultan Samudera Pasai berbaiat pada Khalifah di Mesir. Setelah Bangsa Mongol dikalahkan oleh Mamluk, Ibukota Khilafah pindah di Mesir.

Video Unavailble. This content is not avilable on this country domain due to a legal complaint from the government.

Sungguh tidak mengasyikkan, videonya tidak bisa di tonton. Beberapa kali dibanned.

Singkatnya, Kesultanan Islam di Aceh diamanahi untuk menyebarkan Islam di wilayah Indonesia yang lainnya, di Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Ternate dan Maluku.

Sebenarnya, Jejak Khilafah Di Nusantara, adalah bukti histori, yang gak perlu dikhawatirkan pemerintah, Pemerintah justru seharusnya mendukung, karena pelajaran sejarah dibuku-buku sekolah bagi siswa membosankan. Namun, ada yang memvisualisasikannya, patut diapresiasi.

Bagi manusia yang adil seharusnya, Tontonlah dulu, baru komentar. Membanned Film tersebut adalah tindakan kekalahan intelektual.

Saya sepakat dengan adanya dibuat film tandingan, Ini, lebih anggun dan intelek. Sebagai saran, judulnya mungkin: Jejak Demokrasi Di Nusantara. Jika dirunut kebelakang maka akan ditemui- yakni sebelum Demokrasi ala Amerika dan Perancis, Republik Korsika -  ada,  dari Yunani yaitu Cleisthenes, Bapak Demokrasi Athena!

Sementara bagi muslim yang adil, ketika ia mengembalikan pada keislaman yang dia peluk, dengan merunut kebelakang jejak Khilafah di Nusantara melalui film ini dan dikaitkan dengan sirrah, maka akan mendapatkan titik temu -yakni sebelum Khilafah Abbasiyyah, ada Umayah, Khulafaurrasyidin dan- Pemerintahan Rasulullah di Madinah. Estafet kepemimpinan ini warisan utusan Allah. Apa yang di sebarkan di Nusantara adalah Hidayah, menghijrahkan Nusantara sebagaimana yang telah dilakukan Rasulullah.

Sejarah dan Sirah Nabi mengungkap identitas diri kita. Bagi seorang muslim. Mau ikut cara Nabi dan shahabat memeluk Islam hingga level bernegara atau masih tetap memilih Cleisthenes, Jhon Locke dan kawan-kawan?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel