-->

10 Tips Mengurus Anak


cungkring.com. : Berikut adalah tips mengurus Anak banyak ala aku. Inget ya ala aku, karena kuyakin setiap keluarga punya kebiasaan dan kemampuan yang berbeda. Perbedaan itu indah.

1. Bangun lah lebih pagi.

Bagi yang muslim diawali dengan sholat subuh. Giring mereka untuk keluar kamar. Hidupkan TV. Perintahkan pasukan untuk duduk didepannya. Walaupun itu bertahan gak sampai lima menit, pasti udah tabur. Ada yang mulai bongkar mainanya, ada yang ngekor dibelakang kita untuk dibuatkan susu segera. Ada pun yang paling bayi mulai nangis jika badan Emaknya beringsut dari tempat.

Pagi itu terasa akan sangat emosional ya Bu ibu, kudu masak buat sarapan, nyiapin bento anak yang sekolah. Belum lah menunya berbeda, ada yang pedas ada yang enggak. Emak harus punya kemampuan seribu tangan yang mumpuni. Masak disambi muter mesin cuci, buatin susu, nyebokin yang pup, atau direcokin bayi umur setahun yang selalu berusaha ngedeketin kompor atau air.

Apakah itu akan berjalan dalam keheningan? Tentu tidak ya Jeng. Akan ada saat Emak lagi gak mood, lalu teriak kalo ada yang gak berjalan mulus.

2. Mandi dan berpakaian sambil belajar.

Masakan Emak udah kelar. Berangkat mandi.
Sebelumnya siapakan pakaianya berjejer. Sisir dan bedaknya juga. Biarkan mereka pakai baju sendiri. Jangan semua dilayani.


Anak lelaki yang lebih dulu mandi. Kami memang sepakat diusia masuk ke tiga tahun anak gadis gak boleh lagi mandi campur sama saudara lelakinya. Termasuk gak dimandikan sama Ayah lagi. Yang perempuan dan bayi Mandi sama Emaknya. Belajar membedakan jenis kelamin dan punya rasa malu terhadap lawan jenis. Jika ada kegiatan berenang mereka mulai belajar pakai penutup. Gak telanjang. Maka nanti jika ada siapa saja yang berkunjung ke rumah, mereka akan terbiasa menjaga malunya.

3. Ciptakan kegiatan makan yang real.


Kegiatan makan bersama bocil ini juga akan berasa emosional. Saya membiasakan dari bayi makan dengan posisi duduk. Gak sambil wara-wiri mainan atau malah jalan- jalan keluar rumah sambil bawa piring buat nyuapin mereka. Big no. Pegang kendali si kepala suku. Kasih handphone is oke, nanti pada kumpul sendiri. Tinggal suap saja bergiliran. Selipkan pertanyaan seperti enakkah masakan Bunda? Ini sayur apa namanya? Suka atau tidak menu hari itu?

Makan selesai, berhenti pula main handphonenya. Satu lagi Emak selipkan beberapa suap ke mulut, atau siapakn piring berisi makanan kita juga. Anak makan Emak juga. Sarapan is a must. Penting. Lakukan dengan cepat Dan rapi. Anak dan Emak kenyang. Beres. Siap berangkat sekolah. Saya sendiri selalu antar jemput Si Abang yang TK sebelum pandemi. Bisa di bayangin satu motor matic dengan empat atau lima penumpang. Hehe.

4. Anggap Emak adalah bagian dari mereka.


Area bermain biasanya gak jauh dari ruang TV. Bisa nonton program gosip, atau Emak bisa ngemil sambil pantengin drakor favorit. Atau sekedar beresin kerjaan lainya.

Emak bakal gak cuma disuguhi drama Korea, bakal ada drama rebutan yang jadi papah siapa, adeknya taruh dimana, pakai mobil yang mana, dan banyak lagi.

Adegan saling bantah akan diakhiri dengan tangisan, lempar-lemparan mainan. Bisa lebih parah kalau sampai jenggut-jenggutan rambut dan saling gigit.

Adalah penting badan kita tetap di dekat anak bermain, macem centeng lah. Kalau ada baku hantam di antara mereka, Emak bisa sigap mencegah. Teriak dulu minimal. Haha.

Balita itu memang belum mengenal konsep berbagi. Mereka baru bisa bermain bersama. Bukan bermain bersama-sama. Sering sekali Emak harus mengambil keputusan sulit dalam sebuah kasus. Siapa yang jadi papahnya? Sambil memandang figurin keropi, ultramen atau boneka upin.

It's happened everymoment and everyday.

5. Siapa yang main, Dia yang beresin.

Rumah berantakan karena anak itu biasa. Tapi berjadwal dan konsekuen. Aku membiasakan kegiatan menggambar sehabis sarapan, saat keadaan otak fresh dan siap dipakai untuk bekerja. Nanti sudah bosen, beresin. Lanjut main papah-papahan atau mobil-mobilan, Bosen, beresin. Begitu terus sampai sore. Beres, rapih, lantai bersih kembali.

Melatih kesabaran dan tanggung jawab. Suka pusing kan kalau dibrondong pertanyaan yang sama setiap hari.
Keropi aku mana. Adek bayi mana. Dino merah mana. Jadi selalu diingatkan. Siapa yang main, Dia yang beresin. Dijamin gak bakal lupa lagi letak mainanya dimana.

6. Atur jam Lapar dan ngemil.

Jam ngemil diantara jam 9-10. Siang Atau jam 3- 4 sore. Berilah cemilan. Aku sengaja ngenalin anak sama biskuit atau roti. Selain aman juga menyenangkan. Kalau mereka mau ngemil jajanan warung maka aku pakai note lewat memo bertuliskan apa saja yang dibeli. Jangan takut untuk membuat kesepakatan dengan tetangga pemilik warung tentang jajanan yang boleh anak kita beli.

 Bagi anak yang doyan buah maka sebelumnya sudah kusiapkan dalam mangkuk plastik masing-masing. Saat tiba perut Lapar lagi maka udah masuk jam makan (nasi). Jika mereka sudah cukup makan cemilan padat maka porsi nasi aku kurangi. Atau sebaliknya.

7. Emak harus multitasking.

Besok buatin ayam KFC ya Nda?
Besok masakin ayam geprek! Ok?
Besok buat es krim Oreo yuk.
Besok buat jelly coklat aja ya.

Dan selalu hadir menu camilan buat besok dan besoknya lagi. Itulah kenapa memiliki dapur yang keren adalah impian Saya. Memiliki banyak Anak tentunya bakal sering di dapur. Kebayang kalau bulan puasa, mungkin Emak seharian di dapurnya.

Itu baru kemampuan di dapur ya Mak. Belom lagi kemampuan di bidang seni. Ada seni gambar dan mewarnai. Menggambar seekor Buaya untuk pertama kalinya bisa aja saat udah di todong kertas sama peralatanya.

Kadang bangga sama gambaran sendiri. Haha. Atau ketika mereka minta sama Ayahnya dan hasilnya tidak memuaskan. Maka Emak siap dapet pujian cinta.

Bunda itu bisa semua loh Yah.

Pujian penyembuh. Ujaran sakti mandraguna. Lebih indah dari kata mutiara mana pun. Emak yang sedang nahan pusing kepala jadi ilang dengernya.

Belum bidang lain. Gali terus apa yang bisa kita berikan buat mereka. Jangan bilang gak tau atau gak bisa kalau kita belum mencobanya.

8. Istirahat dengan anak yang paling bayi.

Ada masa mereka menolak untuk tidur siang bareng lagi. Waktu masih bertiga mereka selalu tidur siang serempak. Sekaligus Emaknya. Semakin besar maka akan sulit mensugesti untul tidur siang.

Anak yang besar sudah bisa main sendiri dengan tenang asalkan makan dan minumnya sudah tercukupi. Berbeda jika masih ada Adik bayi yang masih butuh ASI. Jangan lewatkan moment memejamkan mata barang sejenak ketika sedang mengASIhi sampai ikutan ngantuk.

9.Tidak ada jam malam.

Kegiatan sehari ditutup dengan makan sore sambil nonton Upin Ipin. Setelah azan magrib gak ada lagi suara TV. Diisi dengan belajar agama. Biasakan mereka tidur sore, maka akan mudah bangun lebih awal.

10. Week end.

Waktunya libatkan Ayah di hari libur. Apa saja kegiatanya jika bersama Ayah pasti menyenangkan. Semua senang. Semua bahagia.

Itulah 10 tips mengurus anak, semoga bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel