-->

Yang Harus Dipikirkan Saat Bekerja Di Jepang

Bekerja di Jepang adalah sesuatu yang sangat diidamkan oleh sebagian orang. Salah satu diantaranya adalah karena gaji yang lumayan gede dan juga pengalaman tinggal di sana. Yang pasti ada pengalaman hidup yang menyenangkan.


Saya sendiri kurang jelas tentang apa saja jalur penerimaan bekerja di Jepang bagi WNI. Yang jelas bukan ART. Karena di Jepang ART sangat tidak lazim. Model keluarga mereka yang hanya keluarga inti (bapak ibu anak) seolah tidak butuh ART. Kalau menjadi perawat di panti jompo ada. Satu yang sering saya temui adalah pekerja magang. Yaitu pekerja dengan kontrak 3 tahun. Kita menyebutnya kenshusei ( 研修生) atau trainee.



Keuntungan bekerja di Jepang:
Gaji relatif besar UMR sekitar 18 juta. Kalau trainer mungkin sedikit di bawahnya
Biaya hidup relatif tidak mahal jika tidak banyak jalan jalan. Apalagi jika disediakan mess oleh kantor. Bisa nabung nih. Saya sering melihat anak trainer lulusan STM yang sudah beli kamera DSLR terbaru. Wow.


Menikmati suasana Jepang yang mungkin tidak ada di Indonesia, musim panas dengan hanabi nya (pesta kembang api), musim gugur dengan momiji nya (pohon maple merah) musim dingin dengan saljunya dan musim semi dengan hanami nya (lihat pohon sakura).

Yang harus dipikirkan saat bekerja di Jepang:
Tidak bisa sholat Jumat. Tidak semua Kota di Jepang ada masjid. Kalaupun ada, tidak semuanya pabrik mengijinkan sholat Jumat. Beberapa teman yang saya temui, yang di kotanya ada masjid, memilih cuti 3 minggu sekali untuk sholat Jumat. Katanya menghindari 3 kali berturut - turut tidak sholat Jumat yang bisa dihukum i kafir (silakan check dalilnya).

Waktu sholat yang mepet. Terutama sholat ashar dan Maghrib. Karena itu saat jam kerja. Jika musim dingin Maghrib bisa jam 16.30 masih jam kerja.

Menu di Jepang yang harus super hati-hati. Karena kalau sampai makan haram, walaupun kita tidak tahu, Kita tetap keracunan barang haram itu. Walaupun jika tidak tahu tidak dosa.

Problem bulan Puasa.
Beberapa pabrik tidak bisa menerima pekerjanya puasa karena dianggap menurunkan kinerja. Ini wajar. Di sekolah saja, ketika puasa di musim panas, sangat sulit meyakinkan sekolah bahwa anak kita akan puasa. Mereka takut terjadi apa apa.
Jika pun akhirnya pabrik tempat kita bekerja mengijinkan puasa, kita harus pastikan kita kuat. Jangan sampai ambruk gara gara puasa. Bisa menimbulkan masalah serius.

Tidak ada libur Hari raya.
Tahan air mata jika pada saat idul Fitri deng (Hari H jam J) malah tetap bekerja di pabrik.

Demikian beberapa hal yang pernah penulis alami di Jepang. Beda tempat mungkin beda. Berbahagialah jika di Jepang tetapi aman aman saja.

Yang jelas, sebelum berangkat, fikirkan baik-baik. Do it or forget it.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel