-->

Bahaya Darah Tinggi Atau Kencing Manis


cungkring.com : Bahaya Darah Tinggi Atau Kencing Manis. Secara keilmuan standar tekanan darah normal adalah 120/80 mmHg usia berapapun nilai normalnya sama. Untuk gula darah sewaktu nilai normalnya 120-130 mg/dL (standard tiap laboratorium bisa beda).

Karena pola hidup orang jaman now berubah dengan yang orang tempo dulu. Maka wajarlah kasus darah tinggi dan kencing manis (diabetus melitus) meningkat.

Emang bahayanya apa dari darah tinggi/ hipertensi (HT) dengan kencing manis/ diabetus melitus (DM), toh ada yang bilang kakek nenek atau orang tuanya HT atau DM biasa saja, dokter mah lebay, suka nakutin pasien. Hehehe

Ini bukan soal nakutin pasien, tapi orang Indonesia memang lebih nurut kalau di takutin atau di ancam, kalau cuma di nasehati sama dokter banyak alasannya, contoh, "Kakek Saya merokok, tapi umurnya panjang". Iya kan banyak alasannya.

Jadi gini ya, saat tekanan darah naik dari nilai normal atau kadar gula darah naik, maka kerja ginjal dalam menyaring darah menjadi berat, karena salah satu fungsi ginjal menyaring darah yang beredar di dalam tubuh, kalau yang buat nyaring racun itu kerjanya hati ya. Lain cerita.

Nah kalau kerja ginjal ini sering berat, jadi mudah lelah, efeknya ginjal lebih cepat rusak, jadilah gagal ginjal, yang harus cuci darah, ya karena ginjal sudah gak berfungsi maksimal dalam menyaring darah, maka di bantu sama alat buat mencuci alias menyaring darah dalam tubuh manusia.

Maka disitulah pentingnya obat penurun tensi atau obat penurun gula darah, dan memang jika kasusnya pada pasien yang sudah lama, obat anti HT atau obat anti DM harus rutin di minum setiap hari, ingat ya setiap hari. Karena ginjal juga setiap hari kerjanya menyaring darah, gak ada liburnya.

Jangan percaya mitos menyesatkan yang bilang, "obat dokter itu obat kimia, kalau sering di minum nanti ginjalnya cepat rusak". Itu ngawur.

Justru obat dari dokter untuk pasien HT atau DM harus di minum setiap hari, agar kerja ginjal tidak berat, jadi tidak cepat rusak, ginjalnya awet lama buat kerja nyaring darah.

Maaf ngomong ya, tukang jamu atau penjual herbal itu sekolahnya gak ada yang lebih lama dan lebih detail dari dokter, tapi entah kenapa sering beet jelekin dokter, tapi maaf ngomong ya, mereka suka pakai jas dokter atau nuansa putih biar di bilang kayak dokter, bukan pakai baju putih biar di bilang pak haji, bukan. Itu mungkin bukti syirik tanda tak mampu. Maaf ya aku sebagai dokter jujur apa adanya.

Sudah banyak kasus pasien HT atau DM yang datang ke dokter dengan keluhan bengkak sekujur tubuh, atau matanya mulai buta, atau stroke ya karena percaya mitos menyesatkan itu tadi.

Kalaupun mau pakai terapi alternative ya boleh saja, tapi tetap pantau tekanan darah atau kadar gula darah secara teratur, minimal 2x sebulan.

Jangan terapi alternative terus gak pernah cek tensi atau gula darah, giliran kenapa-napa di bilang, "gara-gara habis minum obat dokter jadi begini". Kan gemes dokternya.

Hati-hati kalau ada keluarga yang sakit HT atau DM dengan kaki atau seluruh tubuh bengkak, itu tanda ginjalnya mulai rusak, jangan bawa ke dukun lagi. Segera ke dokter, kalau masih bisa cuci darah ya cuci darah aja, selagi bisa dan mampu.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel