-->

Hoaks Jakarta Zona Hitam Covid


cungkring.com : Anda sempat melihat infografis yang konon berasal dari BIN di linimasa? Infografis yang menyebut Jakarta zona hitam covid 19. Saya melihatnya berseliweran selama tiga hari. Mulai 10 Agustus malam hingga 12 Agustus pagi.

Adalah chanel Berita Satu yang pertamakali menayangkannya pada 10 Agustus. Lalu dicuplik banyak akun buzzeRp dengan caption menghujat Anies seperti biasanya, di-share ribuan follower hingga viral. 

Banyak yang heran dan penuh tanda tanya menyikapinya. Termasuk saya juga. Darimana BIN dapat semua data itu? Kenapa datanya berbeda dari data resmi yang dirilis Gugus Tugas Covid? Kenapa BIN menginteli virus dan mempublikasikan temuannya?

Aneh bin ajaib. Apalagi katagori zona covid yang resmi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 hanya hijau, kuning  oranye, merah. Kenapa BIN memunculkan zona hitam?

Sementara kalangan buzzer yang benci dengan kinerja hebat Anies dan gerombolan follower-nya, serta para pendengki prestasi Anies, dengan bergairah menggunakan video dan infografis itu sebagai bahan menyerang Anies.

Barulah pada 12 Agustus BIN mengklarifikasi dan memberi pernyataan bahwa infografis yang beredar luas mengatasnamakan BIN sebagai hoaks. Tanya-tanya heran dan penasaran pun terjawab sudah. Konten informasi yang mendiskreditkan Pemprov DKI serta gubernurnya adalah kebohongan. Sesat lagi menyesatkan.

Deputi VII Bidang Komunikasi dan Informasi BIN Wawan Hari Purwanto menegaskan, foto viral di media sosial yang menampilkan Provinsi DKI Jakarta sebagai zona hitam covid 19 adalah hoaks. 

"(Foto itu) bukan dari BIN, itu hoaks," kata Wawan seperti dikutip Kompas 12 Agustus.

Foto yang beredar itu menampilkan lima wilayah Jakarta, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan, sebagai zona hitam Covid-19. Tertera logo milik Badan Intelijen Negara (BIN) di pojok kanan atas foto.

Lalu bagaimana tanggung jawab chanel Berita Satu terhadap sebaran hoaks yang mereka mulai? Belum jelas. Yang sudah jelas, Berita Satu langsung memprivatisasi video hoaksnya hingga tak bisa lagi diakses publik.

Hoaks berkonten fitnah itu tentu saja memicu keresahan publik Jakarta. Teringat pimpinan Polri sebelumnya telah menyatakan akan menindak tegas para produsen hoaks covid dan pihak yang menyebarkannya. Apakah Polri akan mengusut? Berita Satu dipanggil? Entah.

Tetapi memang, dalam banyak kasus hoaks dan fitnah terhadap Anies Baswedan, pelakunya bisa melanggang tanpa hukuman.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel