-->

Penggiringan Opini Lewat Klepon Sukses Besar


cungkring.com : Saya sedikit tergelitik dengan netizen dalam negeri yang langsung heboh dengan tema klepon tidak islami ini. Beranda media sosial saya dipenuhi oleh narasi liar tentang klepon tersebut.

Tak sedikit reaksi balasan tentang 'klepon tidak islami' tersebut. Mulai dari nyinyir kepada nama Abu Ikhwan Aziz, nyinyir kepada Islam nya, mabok onta, kadron gila, dll. Seabrek seperti luapan lahar panas gunung Merapi yang meluncur dan merembet liar ke mana-mana.

Kebiasaan netizen di negara ini adalah ngegas duluan, masalah nabrak, belakangan. Lagi-lagi narasi tersebut mengerucut pada persoalan lama. Antara yang pro dan kontra pemerintah.

Kenapa saya yakin ini gak jauh-jauh dari perseteruan antara yang pro dan kontra pemerintah? Ternyata selidik punya selidik akun atas nama Abu Ikhwan Aziz tidak pernah ada baik di IG, Twitter, maupun FB. Bagaimana ceritanya ada meme dengan nama dengan huruf balok tertera jelas 'ABU IKHWAN AZIZ' tapi tak ada satupun media sosial yang ia punya. Lalu siapakah yang pertama kali yang mempopulerkan meme tersebut?

Ternyata mereka adalah golongan islamophobia. Dalam artian bukan orang non muslim yang takut keyakinan mereka terganggu, bukan itu . Tapi lebih kepada hal pemahaman ideologi dan terlebih pada kepentingan politik saja. Jadi islamofobia yang ada di negara ini ya ada yang dari orang Islam sendiri cuma beda bendera partai, beda kepentingan, dan beda dukungan saja.

Mereka bikin meme sendiri, diviralkan sendiri, dikomentari sendiri, dinyinyiri sendiri, diributkan sendiri juga oleh mereka.

Lalu yang kena imbas siapa? Ya jelas orang Islam yang tertuduh bahwa ajarannya kaku, gak toleran, mabok agama, kadrun, dll. Pokoknya sadis lah efeknya gara-gara klepon ini.

Padahal sekadrun-kadrunnya mereka seumpama yang bikin betulan dari kalangan umat Islam . Sebodoh-bodohnya mereka belajar agama, tak mungkin mempermasalahkan makanan itu berasal dari Arab atau bukan. 


Tak ada makanan islami atau tidak islami, kalaupun makanan disangkutpautkan dengan agama karena urusan halal haramnya saja. Mulai dari bahan bakunya maupun cara membuatnya benar-benar dijamin halal dan baik atau tidak. Masalah bentuk, rasa maupun rupa tak menjadi masalah asal sudah teruji kehalalannya.

Dari sini saja sudah jelas janggal dengan narasi busuk tersebut. Saya gak bisa sebutkan satu persatu akun yang ditengarai memviralkan meme tersebut. Tapi jika para pembaca budiman mau tracking lebih dalam maka akan terlihat jelas siapa mereka-mereka. Gak jauh dari pendukung yang ono noh!

Harapan saya adalah mari bijak dan berhati-hati jika ada sebuah narasi yang muncul di beranda media sosial kita jangan langsung komentar pedas, nyinyir, apalagi sampai menghujat tanpa tahu apa dan siapa yang membuat narasi tersebut.

Selidiki dulu siapa yang membuatnya, apa tujuannya, lihat apa yang sering ia post. Pasti akan ketahuan ke arah mana narasi itu bermuara. Dan saya meyakini 100% ini adalah propaganda dari orang-orang yang sinis agar citra Islam dinilai intoleran.

Kenyataannya penggiringan opini ini pun berhasil dan akibatnya menimbulkan saling adu narasi dari yang pro dan yang kontra pemerintah. Yang pro pemerintah menjadikan klepon ini ajang untuk menyerang rivalnya yang oleh mereka menyebutnya dengan sebutan kadrun. sedang yang disebut kadrun sendiri juga menyerang balik mereka yang disebut cebong. Pokoknya apapun yang viral ujung-ujungnya cebong dan kadrun!

Melihat banyaknya reaksi tentang klepon ini membuktikan bahwa narasi sepele saja sudah mengguncangkan jagat maya. Hal ini bisa menjadi alarm keras bagi kesatuan bangsa kita. Jika dengan hal sepele begini saja kita sudah di adu urat leher, bukan tidak mungkin suatu saat nanti kita di adu domba dengan efek perpecahan yang lebih besar.

Mbok ya ndak usah cari sensasi yang bisa menimbulkan perpecahan. Kalau niatnya sarkas ya jangan bawa-bawa isu agama. Atau kalian memang sengaja mancing perkara agar isu terkini bisa teralihkan. Kalau niatnya cari makan, carilah yang halal. Jangan lewat ketikan fitnah begini.

Ingat! Saat kalian menggiring opini orang lain untuk membenci satu agama atau kelompoktertentu lalu diikuti banyak orang, maka akan menjadi dosa jariyah yang tanpa henti.

Berhati-hatilah! Apa yang kalian tulis hari ini bisa jadi akan mempersulit diri sendiri di masa depan. Apa yang kalian tertawakan hari ini bisa jadi sesuatu yang paling kalian sesali dan anda tangisi suatu saat nanti. Bijaklah dalam menggunakan jari jemari. Karena semua akan ada pertanggung-jawabannya. Bisa saja kita lolos dalam hukum dunia, tapi tak mungkin lolos dalam hukum akherat.

Salam damai untuk kita semua. Nikmati klepon tanpa ada embel-embel narasi apapun. Karena klepon tak punya kepentingan apapun kecuali bisa dinikmati dan dirasakan dengan rasa puas oleh penikmatnya.

0 Komentar

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel