-->

Ketika Mengingatkan Justru Dimusuhi


cungkring.com : Covid ini ada. Real dan nyata. Asalnya dari China. Tidak peduli awalnya dibuat oleh orang atau ada sendiri. Kemudian menyebar ke berbagai negara termasuk NKRI.


Daya bunuhnya lebih rendah dibanding SARS tapi daya tularnya tinggi.
Sifat dan behavior lain belum bisa dipastikan karena ini jenis baru. Oleh karena itu banyak terjadi orang over prediction atau under prediction.


Ada yang berlebihan menyikapi ada juga yang rada abai.
Saya senantiasa mengingatkan saudara muslim untuk tetap waspada dan hati-hati. Walaupun seringkali justru dicemooh dan dimusuhi.
Tapi saya akan tetap mengingatkan.

Kalau dalam perjalanan nya banyak penumpang gelap yang ikut, itu lain cerita. Itulah sifat dasar manusia yang sering rakus. Ada yang menimbun masker sampai untung sebesar Mobil Honda CR-V. Ada yang menimbun hand sanitizer bahkan tisu. Itu adalah ketamakan umat manusia. Tapi tidak membuat bahwa virus ini hoax.

Demikian juga kalau ada RS yang lebai sehingga semua yang mati di RS dicovidkan. Saya yakin itu karena ketakutan. Mungkin mereka berprinsip dianggap saja covid daripada dianggap bukan covid terus PCR positif, tambah berabe.


Kalau ada tuduhan RS memanipulasi pasien non covid dianggap covid demi uang, saya tidak tahu. Walaupun kemarin sempat ada berita seperti itu, tapi tidak menghilangkan keberadaan covid.

Pada masa New Normal ini diharapkan orang masih pakai protap seperti masker dan distancing. Termasuk cuci tangan. Dan itu in my opinion tidak terlalu memberatkan. Namun demikian banyak orang yang menentang dengan mengatakan virus ini TIDAK ADA. TIDAK BERBAHAYA.

Untuk urusan seperti ini, saya percaya pada orang Jepang. Mereka orang yang tidak mudah termakan hoax. Setiap keputusan dipikirkan masak masak. Dan tenyata mereka juga berhati-hati dengan covid ini. Jadi saya tidak ada alasan untuk menafikan.

Sikap kita yang baik adalah berada di tengah. Tidak menafikan keberadaannya juga tidak berlebihan menyikapi. Sehingga pada masa new normal ini tetap bermasker dan menjaga diri lebih baik daripada blong-blongan tidak bermasker dan bebas bebasan.

Seringkali orang memakai alasan Ilahiyah dalam berbicara tentang covid. Dengan mengatakan bahwa semua ini adalah kekuasaan Allah sehingga kita tidak perlu mengikuti protap. Waduh bukan begitu pengertiannya.


Wong nabi saja dalam berdakwah juga melakukan usaha dhahir seperti berperang, menyusun strategi, menerima usulan Salman Al Farisyi untuk membuat parit saat perang Khandaq, dan sebagainya.

Saya pernah membaca sebuah tulisan orang bijak berbunyi "barang siapa meyakini 'dzat api' itu yang bisa membakar maka dia kafir, barangsiapa yang tidak menghindarkan diri dari 'sifat membakar api' maka dia jahil".

Marilah kita menyongsong masa depan pada kondisi "KENORMALAN BARU" dengan mengikuti perintah Allah dan Sunnah Nabi Shalallahu Alahihi Wassalam.

0 Komentar

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel